Posted by: Akhmad KHUSYAIRI | March 22, 2011

Teknologi iDSI

Teknologi intelligent Dual and Sequential Ignition (i-DSI)pertama kali
dikenalkan oleh Honda lewat Honda City & Honda Fit/Jazz-nya.

Tidak ada perbedaan yang mencolok antara Honda Jazz i-DSI dan Honda
Jazz VTEC, kecuali pada mesin yang disandangnya. Selintas kedua varian
Jazz itu terlihat tsb sama,
Namun walaupun sama-sama menggunakan mesin 1.5 Liter, 4 silinder
segaris (inline), tetapi cara kerja mesin Honda Jazz i-DSI dan Honda
Jazz VTEC berbeda.

Seperti namanya, Honda Jazz i-DSI menggunakan mesin yang bekerja
dengan teknologi intelligent Dual and Sequential Ignition (i-DSI), di
mana setiap silinder dilengkapi dengan dua busi yang menyala secara
berurutan. Sementara Honda Jazz VTEC menggunakan yang bekerja dengan
teknologi variable valve timing and lift electronic control (VTEC), di
mana lama (timing) dan besaran (lift) bukaan katup masuk (intake
valve) disesuaikan dengan putaran mesin.

Kedua mesin yang disandang Honda Jazz itu sama-sama irit dalam
mengonsumsi bahan bakar dan mempunyai kelebihan sendiri-sendiri. Daya
yang dihasilkan mesin i-DSI memang tidak sebesar yang dihasilkan VTEC,
tetapi torsi maksimum sudah muncul pada putaran mesin rendah, yakni
2.700 putaran mesin per menit (rpm). Dengan demikian, mesin i-DSI
terasa lebih bertenaga di putaran mesin rendah. Sedangkan mesin VTEC
lebih bertenaga pada putaran mesin tinggi, mengingat torsi maksimum
muncul pada 4.800 rpm. Dengan demikian, penggunaan mesin VTEC sangat
cocok untuk melakukan kegiatan sport atau balap.

Yang agak berbeda adalah pada Honda Jazz VTEC pengendara harus
membiasakan diri untuk menginjak pedal gas agak dalam. Sesuatu hal
yang tidak perlu dilakukan oleh pengendara Honda Jazz i-DSI.

Mesin VTEC itu menghasilkan tenaga maksimum 108 PK pada 5.800 rpm dan
torsi maksimum 143 Nm pada 4.800 rpm, lebih besar daripada mesin i-DSI
yang menghasilkan tenaga maksimum 86 PK pada 5.500 rpm dan torsi
maksimum 128 Nm pada 2.700 rpm.

Sama seperti pada Honda Jazz i-DSI, tenaga dan torsi Honda Jazz VTEC
itu juga diteruskan melalui persneling manual dengan 5 tingkat
kecepatan atau melalui persneling otomatik dengan continuously
variable transmission (CVT), yang dilengkapi dengan steermatic, yang
memiliki 7 tingkat kecepatan. CVT menjamin akselerasi berlangsung
secara halus tanpa terputus, sementara steermatic memungkinkan
pengendara untuk menaikkan dan menurunkan gigi persneling secara
manual dengan menekan tombol plus dan minus yang terdapat di palang
setir.

Tenaga dan torsi besar yang dihasilkan mesin VTEC tentunya juga
memerlukan usaha ekstra untuk memberhentikan mobil yang menyandang
mesin tersebut. Itu sebabnya Honda Jazz VTEC menggunakan rem cakram
(disc brake) di depan dan belakang. Pada Honda Jazz i-DSI hanya rem
depan yang menggunakan rem cakram, sedangkan rem belakang menggunakan
rem teromol.


Responses

  1. teknologi yang akhirnya jadi perdebatan soal hak paten

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

  2. idsi juga ga kalah kencang loh kalau buat ngebut !

    • Ttep aja lambat gan , kalah sama vtec kalo lari di tol mah


Leave a Reply to extraordinaryperson Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: