Posted by: Akhmad KHUSYAIRI | March 29, 2011

Kenapa terjadi ledakan hidrogen pada PLTN Fukushima I ?

Dear blog visitor,

Kenapa terjadi ledakan hidrogen pada PLTN Fukushima I ?

Pada tanggal 12 Maret 2011 pukul 15.36 waktu setempat, terjadi ledakan pada unit 1. Empat pekerja mengalami luka. Bagian atas dari gedung reactor terbang meninggalkan atap rangka baja. Bagian luar gedung didesain untuk memberikan perlindungan ruang dibawahnya dari cuaca yang umumnya terjadi, dan tidak didesain untuk mampu bertahan terhadap tekanan akibat suatu ledakan. Pada reactor Fukushima I, containment primer berisi struktur beton drywell dan beton wetwell yang mengelilingi RPV pada jarak yang tidak terlalu jauh dari tangki reactor (RPV).

Para ahli sepakat bahwa ledakan yang terjadi tersebut disebabkan oleh ledakan hydrogen. Hydrogen terbentuk didalam tanki reactor yang disebabkan oleh penurunan level air pada tanki reactor dan kemudian hydrogen bocor kedalam gedung containment. Cladding bahan bakar yang menggunakan zircaloy ketika tidak terendam air pendingin, menjadi sangat panas dan bereaksi dengan uap, maka terjadilah oksidasi alloy dan melepaskan hydrogen. Pada kondisi normal system keselamatan akan membakar hydrogen yang dihasilkan ketikan dilakukan venting sebelum mencapai konsentrasi ledakan, tetapi system ini mengalami kegagalan fungsi, hal ini kemungkinan diakibatkan oleh kekurangan pasokan listrik.

Pejabat terkait menyatakan bahwa kondisi tanki reactor masih utuh dan tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang terjadi secara besar-besaran, meskipun telah terjadi peningkatan laju paparan radiasi setelah terjadinya ledakan.

Media Australia, ABC News melaporkan bahwa menurut Pemerintah setempat, laju dosis radiasi pada instalasi mencapai 1015 micro sievert per hour (1015 µSv/h).

Pada tanggal 13 Maret 2011 IAEA menyatakan bahwa 4 pekerja mengalami luka akibat ledakan pada reactor unit 1 dan 3 pekerja dilaporkan mengalami luka akibat insiden pada tapak PLTN. IAEA juga melaporkan bahwa seorang pekerja mengalami paparan radiasi yang lebih tinggi dari kondisi normal tetapi laju paparan yang diterima ini masih dibawah kondisi (laju paparan) yang telah diatur dalam panduan untuk situasi darurat.

Dua ahli nuklir yang independen menyatakan bahwa desain antara PLTN Chernobyl dan PLTN Fukushima adalah berbeda, satu diantaranya mengatakan bahwa dia percaya kejadian Chernobyl tidak akan terjadi pada PLTN Fukushima

 

Salam,

AK

 


Responses

  1. Pak Akhmad, nanya lagi …
    Mengapa setelah dinyatakan bahwa sistim pendingin sudah bekerja kembali, reactor itu masih belum dingin juga??
    Terimakasih

  2. Terimakasih atas pertanyaan yang bagus,

    Seperi yang telah saya uraikan pada artikel sebelumnya, reaktor nuklir setelah shut down (padam) masih menghasilkan panas sisa dari decay heat (panas peluruhan) yang berasal dari produk fisi yang meluruh disertai dengan pelepasan energi. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sebagai contoh saja, bahan bakar nuklir setelah dikeluarkan dari teras reaktor masih menghasilkan panas dan perlu disimpan dalam kolam pendingin yang airnya masih harus disirkulasikan untuk membuang panas, hal ini membuuhkan waktu 1-3 tahun, baru stelah itu boleh disimpan ditempat yang kering.

    Salam,
    AK

    • Mendinginkannya butuh waktu 1 – 3 tahun ??, lama betul ya,
      lalu, bagaimana nasib ke enam reactor Fukushima itu??. Apakah masih dipergunakan?, kalau tidak dipergunakan, apakah uranium dan plutonium yang masih panas itu bisa dipergunakan ditempat yang lain ??
      Pak Akhmad,
      untuk reactor setara Fukushima itu, berapa banyak dan berapa besar (ukuran) dari Uranium yang dipergunakannya?
      Terimakasih,
      Kechik

  3. Sebenarnya karena PLTN Fukushima I unit 1 dan 2 usianya sudah menginjak 40 tahun, ini artinya untuk PLTN teknologi tahun 60 an sudah habis masa operasinya, sehingga perlu di dekomisioning atau ditutup, saya belum tahu untuk reaktor yang lain.
    Mengenai bahan bakarnya, menurut analisis saya, karena sebagian sudah rusak maka akan dilakukan pengolahaan limbah radioaktif.
    Yang dimaksud ukuran gimana?

    Salam,
    AK

  4. Terimakasih untuk keterangannya,

    Dalam gambaran saya, bahan bakar nuklir itu (uranium/plutonium) adalah sepotong benda padat, misalnya seperti sepotong kayu atau sepotong besi yang memiliki ukuran diameter, panjang, tebal. (Salah ya?). Jadi, saya ingin tahu, berapa besar dimensi uranium yang dipergunakan itu, apakah ada standard-nya, apakah semakin sedikit/kecil bahayanya semakin minimal?.

    Mengenai limbah radioaktif, apakah ada pe-netralisir-nya?, bagaimanakah mengelola limbah radioaktif itu?.

    Terimakasih sekali untuk kesabarannya menjawabi pertanyaan awam,
    salam,
    Kechik

  5. Terimakasih atas response nya,

    Bahan bakar nuklir atau disebut juga dengan Nuclear Fuel, memiliki dimensi dan bentuk yang berbeda sesuai dengan type dan daya reaktor.

    Tentang limbah, Limbah radioaktif dari bentuknya dapat dikategorikan menjadi limbah cair, limbah padat dan gas.
    Limbah cair dapat dioleh dengan menggunakan beberapa metode, diantaranya;
    1. Penyaringan
    2. Pemekatan,
    3. Pemadatan/immobilisasi

    Salam,
    AK

  6. Jawabannya cukup menjelaskan,
    terimakasih atas perhatiannya,
    salam,
    Kechik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: