Posted by: Akhmad KHUSYAIRI | March 31, 2011

Penggunaan Air Laut sebagai Pendingin Reaktor

Dear blog visitor,

Mari belajar bersama bagaimana pengaruh penggunaan air laut pada PLTN Fukushima,

 

Pada tanggal 12 Maret 2011 pukul 20:05 waktu setempat,Pihak berwenang Jepang memerintahkan penggunaan air laut untuk diinjeksikan kedalam reactor unit 1 untuk mendinginkan teras reactor.  Kemudian reactor direncanakan untuk didekomisioning karena kontaminasi garam dan pengotor lainnya.

TEPCO memulai menggunakan air laut pada pukul 20.20 waktu setempat,pada saat penggunaan air laut juga ditambahkan asam boron (boric acid). Asam boron ini berfungsi untuk menyerap neutron agar mencegah terjadinya kecelakaan kekritisan. Pengisian air laut kedalam reactor memakan waktu antara 5 hingga 10 jam, dan setelah sekitar 10 hari reactor mengalami pendinginan. Injeksi air laut kedalam taki reactor (RPV) dilakukan melalui system pemadam kebakaran.

Pada tanggal 14 Maret 2011 pukul 01.10 waktu setempat, injeksi air laut dihentikan selama 2 jam karena ketersediaan air laut telah habis, hal ini juga terjadi pada unit 3.

NISA melaporkan bahwa 70% bahan bakar mengalami kerusakan.

Pada tanggal 18 Maret 2011, panel baru  untuk distribusi listrik telah terpasang yang berdekatan dengan unit 1 untuk memasok kebutuhan listrik melalui unit 2 dan 2 hari kemudian tersambung kembali pada system transmisi.

Pada tanggal 21 Maret 2011 injeksi air laut dilanjutkan dan juga melakukan perbaikan pada system instrumentasi kendali.

Pada tanggal 23 Maret dimungkinkan injeksi air kedalam reactor manggunakan system air umpan dimana hal ini bisa meningkatkan laju alir air dibandingkan dengan menggunakan system pemadam kebakaran peningkatan laju alir ini dilakukan dari 2 m3/h menjadi 18 m3/h.

Pada tanggal 25 Maret 2011 injeksi air segar/air murni mulai dapat dilakukan ke dalam reactor. Semerntara pekerjaan perbaikan system pendingin tetap berjalan.

TEPCO berharap penggunaan jaringan listrik dapat dilakukan pada tanggal 25 Maret 2011. Tekanan dalam reactor meningkat akibat dari injeksi air laut, hal ini mengakibatkan pelepasan uap yang kemudian dikurangi dengan cara menurunkan aliran air. Sempat dilaporkan bahwa terjadi kenaikan suhu sesaat.

Pada tanggal 25 Maret 2010, penggantian air laut dengan menggunakan air murni untuk system pendingin menjadi menjadi prioritas utama, hal ini dikarenakan untuk menghilangkan kekhawatiran akibat penggunaan air laut maka dikhawatirkan akan mengakibatkan penyumbatan pada celah bahan bakar serta endapan garam pada bahan bakar sehingga dapat menghambat proses pendinginan.

Salam,

AK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: