Posted by: Akhmad KHUSYAIRI | April 4, 2011

INES : International Nuclear Event Scale

INES : International Nuclear Event Scale

Dalam proses pengoperasian suatu instalasi nuklir, kadang kala terdapat beberapa kejadian yang sama namun mempunyai kuantifikasi dampak yang berbeda dari setiap instalasi yang berbeda. Untuk itu diperlukan suatu skala kejadian yang berlaku secara internasional. IAEA berkompeten untuk membuat suatu standar kejadian yang berlaku secara internasional pada setiap kejadian yang terjadi pada instalasi nuklir.

Pada tahun 1990, IAEA memperkenalkan suatu skala keparahan terhadap suatu kejadian yang terjadi pada suatu instalasi nuklir, yang disebut dengan INES : Internasional Nuclear Event Scale. Tujuan dari penetapan  INES ini adalah untuk memberikan skala keparahan yang objektif pada suatu kasus kecelakaan nuklir.

Setiap peningkatan level pada skala INES, mewakili sekitar sepuluh kali keparahan dari suatu kecelakaan terhadap level keparahan kecelakaan pada level sebelumnya.  Umumnya organisasi pengoperasi dimana terjadi insiden nuklir memberikan peringatan sementara  pertama, setelah itu melakukan review dan masih dimungkinan untuk dilakukan revisi oleh badan pengawas tenaga nuklir nasional. Dalam hal ini, penskalaan INES tidak dilakukan oleh suatu badan nasional pusat, namun kadang dilakukan oleh organisasi pengoperasi instalasi nuklir, dan juga melalui badan/lembaga resmi suatu negara,penskalaan INES dapat juga dilakukan oleh  institusi ilmiah, badan insternasional yang berwenang atau ahli yang telah berepengalaman dalam bidang ini. Terdapat 7 tingkat/level dalam skala INES; 3 level insiden dan 4 level kecelakaan dan juga ada level 0

Penentuan level  skala INES ditentukan oleh tiga skore tertinggi yaitu: dampak luar tapak, dampak pada tapak, dan degradasi pertahanan berlapis.

Level 7: Major accident

Dampak terhadap masyarakat dan lingkungan

Pelepasan material radioactive dalam jumlah yang besar dan menyebar secara luas, serta berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Kecelakaan pada level ini memerlukan perencanaan dan tindakan atau upaya pencegahan perluasan dampak. Dalam sejarah perjalanan nuklir, hanya ada satu kecelakaan yang masuk dalam level 7 yaitu :

Bencana Chernoby pada 26 April 1986. Terjadi lonjakan daya dalam sebuah uji coba yang meghasilkan kecelakaan kekritisan, yang diikuti dengan ledakan yang sangat besar serta kebakaran yang menyebabkan terjadinya pelepasan material teras yang meleleh dan mengakibatkan kematian hingga 56 jiwa. Akibat dari kecelakaan Chernobyl, kota Chernobyl yang mempunyai populasi 14000 penduduk, sebagian besar ditinggalkan oleh penghuninya, kota Pripyat yang luasnya lebih besar dari Chernobyl, secara keseluruhan  telah ditinggalkan oleh penduduknya yang berjumlah 49.400 jiwa, dan juga ditetapkan zona eksklusif  sejauh 30 km.

Level 6: Serious accident

Dampak terhadap masyarakat dan lingkungan

Pelepasan material radioaktif sikginifan dan memerlukan pelaksanaan pencegahan yang direncanakan.

Hingga saat ini telah terjadi 1 kejadian yaitu: Kecelakaan Kyshtym di Mayak,Uni Soviet, pada tangga; 29 September 1957. Kegagalan sebuah system pending pada fasilitas daur ulang limbah nuklir militer yang disebabkan oleh ledakan sehingga melepaskan 70-80 ton material radiooaktif tingkat tinggi ke lingkungan.Dampak pada penduduk disekitar instalasi tidak diketahui

Level 5: Accident with wider consequences

Dampak terhadap masyarakat dan lingkungan

Pelepasan material radioaktif terbatas yang memerlukan penerapan beberapa upaya pencegaahan yang direncanakan. Beberapa korban meninggal akibat radiasi.

Dampak terhadap kendali dan penghalang radiologi

Kerusakan parah pada teras reactor. Pelepasan material radioaktif dalam jumlah yang besar dalam instalasi dengan adanya besar kemungkinan terjadinya paparan radiasi pada masyarakat umum.

Contoh:

Kecelakaan Three Mile Island dekat Harrisburg, PA (US) pada tanggal 28 Maret 1979. Kecelakaan disebabkan oleh kombinasi antara kegagalan/kesalahan desain dan kesalahan manusia yang menyebabkan kehilangan pendingin secara gradual dan diikuti dengan pelelehan sebagian teras. Gas radioaktif keluar ke atmosfer.

Level 4: Accident with local consequences

Dampak terhadap masyarakat dan lingkungan

Pelepasan material adioaktif dalam jumlah yang kecil, kecelakan pada level ini tidak memerlukan upaya pencegahan yang direncankan kecuali control pada makanan local, setidaknya 1 korban meninggal dunia.

Dampak terhadap kendali dan penghalang radiologi

Pelelehan bahan bakar atau kerusakan bahan bakar yang mengakibatkan lebih dari 0.1% pelepasan material teras dalam instalasi dengan kemungkinan terjadinya paparan radiasi yang signifikan pada masyarakat.

Contoh :

Kecelakaan nuklir Tokaimura (Japan) tahun 1999, 3 dari operator berpengalaman pada fasilitas reprosesing mengalami kecelakaan kritikalitas, dua diantaranya meninggal dunia.

Level 3: Serious incident

Dampak terhadap masyarakat dan lingkungan

Terjadinya paparan 10 kali melebihi nilai batas tahunan untuk pekerja yang ditetapkan oleh perundang-undangan yang berlaku. Terjadi efek deterministic, misalnya : luka bakar

Dampak terhadap kendali dan penghalang radiologi

Laju paparan lebih dari 1 Sv/h pada area operasi. Kontaminasi parah terjadi pada area yang tidak diharapkan dalam desain, dengan kemungkinan rendah terjadinya paparan signifikan pada anggota masyarakat

Dampak terhadap pertahanan berlapis

Kecelakaan dekat PLTN, hilang atau dicurinya suber radioaktif tertutup, salah kirim sumber radioaktif tertutup tanpa prosedur yang cukup dalam menanganinya pada tempat peniriman

Contoh:

Kehilangan air pendingin pada reactor unit 1, 2 dan 4 PLTN Fukushima I setelah terjadinya gempa dan tsunami Tohoke 2011.

Level 2: Incident

Dampak terhadap masyarakat dan lingkungan

Terjadi paparan pada anggota masyarakat lebih dari 10 mSv. Paparan pada pekerja melebihi nilai batas dosis tahunan pekerja yang telah diatur oleh perundang-undangan.

Dampak terhadap kendali dan penghalang radiologi

Level radiasi pada area operasi lebih dari 50 mSv/h. Kontaminasi signifikan dalam fasilitas kedalam area yang tidak diharapkan dalam desain.

Dampak terhadap pertahanan berlapis

Kegagalan signifikan terhadap komponen yang diatur dalam ketentuan keselamatan tetapi tanpa adanya konsekwensi actual.

Ditemukan bahan radioaktif tingkat tinggi yang tertutup  yang tak bertuan, namun peralatan atau paket pengiriman masih utuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pembungkusan yang tidak memadai dari sumber radioaktiv tinggi yang tertutup.

Contoh:

Banjir pada PLTN Blayais (France) Desember 1999

Level 1: Anomaly

Dampak terhadap pertahanan berlapis

Terjadi paparan berlebih pada anggota masyarakat yang melebihi nilai batas dosis tahunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hilang atau dicurinya sumber radioaktif tingkat rendah.

Contoh : Gravelines (Nord, France), 8 August 2009; selama pergantian bahan bakar rutin tahunan  dalam reactor, terjadi bahan bakar nyangkut dalam struktur internal.

Level 0: Deviation No safety significance.

Contoh : 17 December 2006, Atucha, Argentina: Reactor shutdown akibat peningkatan  tritium dalam reactor compartment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: