Posted by: Akhmad KHUSYAIRI | April 20, 2011

Sekilas Perbandingan PLTU dan PLTN dari Aspek Ekonomi dan Keandalan Pasokan

Dear blog visitor,

Melihat kondisi pembangkit listrik yang ada sekarang yang sudah berumur lebih dari 20 tahun dan juga pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan Pemerintah yang harus ditopang oleh kecukupan pasokan energi nasional, maka kedua kondisi ini menuntut perlunya pembangunan pembangkit-pembangkit listrik baru.

Di USA, pada tahun 2006, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara (PLTU) diproyeksikan memegang peran masing-masing 19,4 % dan 49,1% dari total pembangkitan listrik. Jika dibandingkan dengan kondisi tahun 1990 dimana PLTN  memasok 12,5 % dan PLTU Batubara sebesar 55%, maka penurunan konsumsi batu bara untuk pembangkit listrik diambil sebagai bahan pertimbangan untuk menurunkan emisi gas yang berdampak pada isue perubahan iklim global.

Pada prinsipnya kedua teknologi ini memiliki kesamaan dalam pembangkitan listrik, yaitu pembangkitan uap yang akan digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik.

Dari segi pencemaran lingkungan, biaya konstruksi, pemeliharaan, bahan bakar dan operasi serta keamanan dan keandalan sistem diambil sebagai pokok- pokok perbandingan dengan harapan masingmasing akan terwakili secara jelas dan menyeluruh.

PLTN secara umum menghabiskan dana investasi sebesar 70-80 % untuk konstruksi dari modal keseluruhan. PLTN dapat digolongkan sebagai sebuah usaha investasi dengan modal yang sangat tinggi dan biaya tahunan yang sangat rendah, baik untuk bahan bakar, operasi dan pemeliharaan,  atau disebut juga dengan “high capital low annuities investment“. Sedangkan PLTU merupakan sebuah investasi dengan modal rendah atau disebut juga dengan ” low capital high annuities “. Disamping itu dari sisi konstruksi, diperlukan waktu 5-6 tahun untuk PLTU dan 5-10 tahun untuk PLTN. Proses yang panjang dalam pembangunan PLTN disebabkan banyak hal, salah satunya yaitu proses instalasi system keselamatan yang harus didesain sejak awal dilakukan konstruksi, disamping itu material yang digunakan dalam proses pembangunan PLTN juga harus meemnuhi standar tersendiri yaitu nuclear grade, dimana grade material ini diatas standar yang digunakan oleh militer yaitu military grade. Dari 70-80% biaya konstruksi, tidak kurang dari 50% digunakan untuk system keselamatan. Hal ini lah yang membuat PLTN menjadi mahal pada saat konstruksi.

Untuk kasus dalam negeri, pasokan batubara untuk PLTU berasal dari tambang batu bara lokal/dalam negeri, namun demikian pengaruh harga batu bara di pasaran internasional akan berdampak pada stabilitas pasokan untuk pembangkit, jika harga di pasar internasional tinggi maka sebagian pemasok batu bara dalam negeri akan cenderung menjual batu baranya ke pasar internasional. Disamping harga pasokan batubara juga dipengaruhi oleh faktor cuaca, jika terjadi badai cuaca ekstrim di laut, maka dapat dipastikan pasokan batu bara akan terganggu, sebagai contoh; salah satu PLTU di Jawa Timur memiliki cadangan batu bara hanya untuk 3 hari kedepan, jika dalam waktu 3 hari pasokan batu bara terganggu, maka dapat dipastikan supply listrik juga akan mengalami gangguan.

Sementara itu untuk PLTN, penggantian bahan bakar nuklir diperlukan setelah 18 bulan beroperasi, dan didalam fasilitas terdapat cadangan bahan bakar nuklir untuk satu siklus kedepan, yang artinya jika terjadi gangguan atau instabilitas pasokan baik akibat iklim maupun harga pasar internasional, maka dapat dipastikan pasokan bahan bakar nuklir akan aman untuk 18 bulan kedepan.

Salam,

AK


Responses

  1. Pak Akhmad,
    seandainya pasokan batubara dapat dijamin tidak akan pernah habis sampai kapanpun, apakah reaktor uap (batubara) menjadi pilihan yang lebih baik dibanding reaktor nuklir?
    Terimakasih,
    Kechik

  2. Terimakasih atas response nya,

    Kalo kita melihat PLTU batu bara hanya pada sisi pembangkit, memang ini cukup baik, namun kita harus melihat secara menyeluruh.
    Mulai dari proses penambangan batu bara, hingga setelah pembakaran batu bara;
    Proses penambangan;
    Batu bara yang dibutuhkan untuk menghasilkan sama dengan energi yang dihasilkan oleh PLTN dengan 1 gr uranium, diperlukan 1 ton batu bara. Dalam proses penambangan batu bara, dibutuhkan lahan yang luas sekali, dan setelah penambangan terjadi kerusakan lingkungan. Seorang teman di Kalimantan mengatakan kepada saya, KALIMANTAN ADALAH NEGERI SEJUTA DANAU, artinya apa? Pasca penambangan batu bara, kubangan terjadi dimana2 dan banjir terjadi di hampir setiap tempat, disamping itu keanekaragaman hayati juga terganggu.

    Pada proses pembakarannya, disamping diperlukan puluhan ton batu bara perhari untuk setiap PLTU, efisiensi PLTU batu bara sangat kecil, seorang teman kuliah pernah melakukan Kerja Praktek di salah satu PLTU batu bara di Jatim, melaporkan hasil studinya bahwa efisiensinya tidak lebih dari 25 %.

    Pasca pembakaran:
    Dari hasil penelitian lembaga internasional, (mungkin bisa di googling) dinyatakan bahwa dalam kandungan batu bara terdapat material radioaktif (Uranium, thorium, dll), yang mana material tersebut tidak akan berubah dalam proses kimia (pembakaran)sehingga fly ash yang dihasilkan mengandung material tersebut. hal ini tidak dilakukan pengendalian sehingga udara yang terkontaminasi material tersebut berpotensi mengganggu kesehatan penduduk disekitar PLTU.

    Semoga uraian diatas bisa membantu,
    Tks

    Salam,
    AK

  3. tolong info sumber data yang menyatakan siklus pltn 18 bulan.terimakasih

  4. ass, terimakasih banyak informasi yg diberikan berbegitu bermangfaat bagi saya sebagai salah satu referensi saya dalam membuat tugas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: