Posted by: Akhmad KHUSYAIRI | May 2, 2011

Respon India Terhadap Tuntutan Keselamatan

Pemimpin India sedang mempersiapkan kajian ulang terkait beberapa aspek kebijakan nuklir setelah Kecelakaan Fukushima

Pada tanggal 28 April 2011, Pemerintah India menyatakan akan mengkaji kebijakan hukum terkait dengan peraturan keselamatan nuklir. Pemerintah India akan membentuk Badan Pengawas Tenaga Nuklir Otonom di India. India juga akan mengundang tim reviu keselamatan operasi IAEA, operational safety review team (OSART), untuk membantu mereka dalam mereviu dan mengaudit industri nuklir di India. Langkah yang diambil Pemerintah India ini merupakan upaya mengikuti kelaziman yang berlaku secara internasional, dimana keselamatan nuklir merupakan aspek yang disepakati secara internasional tidak masuk dalam pengaruh ranah bisnis dan politik.

Pemerintah India juga menyatakan bahwa akan memasukkan “system keselamatan mandiri” dalam desain masing masing reactor PLTN Jaitapur di Mahastra. Langkah yang diambil Pemerintah India ini menrespon demonstrasi penolakan yang akhir-akhir ini kerap dilakukan intensif di lokasi rencana pembangunan PLTN Jaipur, yang memakan korban jiwa 1 orang dan 20 orang terluka pada tanggal 18 April yang lalu. Bentrokan antara pengunjuk rasa dan polisi terjadi ketika polisi melepaskan tembakan kepada para pengunjuk rasa yang mulai marah dan menyerang sebuah kantor polisi.

Lebih lanjut lagi, Menteri Lingkungan Hidup India, Jairam Ramesh,yang juga merupakan anggota partai Konggres yang dominan dalam Pemerintah telah mengubah sikapnya, pada tanggal 23 April yang lalu di Ludhiana, Punjab, dia mengatakan: “Isu PLTN Jaitapur telah bangkit kembali setelah Fukushima dan Pemerintah tidak bisa mengabaikan kepanikan warga yang tinggal di lokasi tapak PLTN Jaitapur.”

India mempunyai rencana untuk meningkatkan kapasitas PLTN nyadari total 4780 MWe menjadi 20000 MWe pada tahun 2020 degan memperbesar kapasitas 2500 MWe dari reactor pembiak cepat dan 8000 MWe untuk reactor air ringan. Bagaimanapun juga, krisi Jepang dan masalah yang terjadi di Jaitapur menimbulkan kegelisahan dikalangan industry. Madhukar Vinayak Kotwal, senior executive vice president – heavy engineering for Larsen & Toubro,  mengatakan bahwa dia mengkhawatirkan bahwa informasi yang tidak benar telah tersebar melalui pengunjukrasa yang terjadi di Jaitapur. ” Saya hanya berharap bahwa para demonstran tidak menggagalkan seluruh program nuklir, yang penting bagi kebutuhan energi negara,” hal tersebut dikatan kepad media

Memang beberapa demonstran bersikeras menyatakan bahwa :. “Semua PLTN baru yang sedang diusulkan harus dibatalkan dan semua pembangkit nuklir yang ada secara bertahap ditutup,” kata Neeraj Jain, seorang aktivis India’s National Alliance of Anti-Nuclear Movements. Ia mengatakan strategi kelompoknya itu bertujuan membujuk pemerintah pusat bahwa tenaga nuklir sangat tidak populer. “dukungan harus datang dari perdana menteri dan tekanan publik hanya bisa memaksa perubahan seperti yang terjadi di Jerman,” katanya. Namun, di negara bagian Maharashtra, Perdana Menteri Prithviraj Chavan (juga seorang anggota partai Kongres) telah mengesampingkan kemungkinan meninggalkan proposal Jaitapur. “Kami bertekad untuk menyelesaikan proyek dan itu juga sesuai jadwal,” katanya kepada wartawan Mumbai pada tanggal 21 April.

Kameswara Rao, Pemimpin PricewaterhouseCoopers India, menekankan bahwa terdapat modal politik yang positif terkait dengan industry nuklir India dimana hal ini bisa memenangkan kajian pemerintah untuk kebijakan masa depan.

Dia mencatat program nuklir India memiliki catatan keselamatan yang baik dan reaktor yang diimpor merupakan bagian dari ekspansi kapasitas yang direncanakan menggunakan teknologi terbaru.

Dia juga menyatakan bahwa Pemerintah menyatakan bahwa diperlukan sector pengawasan nuklir independen di India, kajian ulang keselamatan secara periodik, dan informasi lebih lanjut berkaitan dengan keselamatan merupakan domain public

Salam,

AK


Responses

  1. Selamat pagi Pak Akhmad ,
    senang melihat anda sudah dengan artikel Reaktor Nuklir kembali 🙂

    Saya membaca :

    #Fukushima I Nuke Plant: Japan Nuclear Technology Institute Senior Advisor Says “Reactors 1, 2, 3 All Had Complete Meltdown”
    Sunday, May 1, 2011
    By Paul Martin

    Japan Prime Minister to study setting up “alternative capital” away from Tokyo
    May 1st, 2011 at 06:07 PM

    Fukushima Forecast: Radiation cloud to approach US West Coast starting April 24 (VIDEO)
    April 21st, 2011 at 03:03 AM

    Juga mendengar, dari video klip, bahwa permasalahan Fukushima 1000 kali lebih berat dari yang diperkirakan para ahli nuklir.

    Pak Akhmad,
    tampaknya Jepang mendekati kegagalan dalam penanganan reaktornya,
    pertanyaan saya :
    Apabila reactor itu “melt down” seluruhnya, apakah akibatnya?

    Terimakasih,
    Salam,
    Kechik

  2. Selamat pagi Pak Kechik
    Senang sekali saya mendapatkan diskusi 2 arah seperti ini dan mohon maaf baru sempat balas comment anda karena beberapa agenda harus dijalankan.

    Dalam kedaruartan nuklir, semua potensi kejadia terburuk harus dipikirkan diawal guna melakukan mitigasi dampak. Jepang “mungkin” memikirkan untuk memindahkan ibu kotanya dengan asumsi skenario terburuk terjadi. Hingga hari ini berita resmi dari otoritas Jepang, kondisi Fukushima masih bisa dikendalikan oleh para ahli mereka, jika memang ada statement resmi tentang permasalahn Fukushima 1000 kali lebih berat dari yang diperkirakan, mungkin hal ini berasumdi dari dasar desain awal, dimana kejadian tsunami hanya diperkirakan tidak lebih dari 5,7 m sehingga desain instalasi tidak dirancang untuk tsunami 14 meter, terbukti dengan adanya dinding laut setinggi 5,7 m.

    Jika kita berasumsi terjadi “melt down” seluruhnya, maka kondisi terburuk pun tidak akan sama dengan yang dialami di Chernoby, karena disamping desain reaktornya beda, waktu terjadinya kecelakan Fukushima ini tidak sesingkat di Chernobyl, sehingga upaya mitigasi bisa dilakukan.
    disamping itu jika kondis “melt down” seluruhnya terjadi, maka akibatnya semua produk fisi akan terkungkung dalam reactor vessel, dan upaya mitigasi lebih lanjut masih sempat untuk dilakukan.

    Terimaksih,

    Salam
    AK

  3. Selamat siang Pak,
    Ya, tsunami lebih tinggi dari perkiraan, dan, gempa itu terlalu besar kekuatannya.
    Kondisi leaking (bocor) terus hingga mampu mengeringkan kolam pendinginnya, mungkin disebabkan dasar kolam itu sobek akibat gempa.

    Volume uranium u 1 unit reaktor seperti Dai ichi plant ini kira kira berapakali volume uranium u 1 unit rudal pak?

    Apakah reactor vesselnya masih utuh?, karena kalau memperhatikan gambar/video bangunannya, yang sudah hancur berantakan itu, apakah mungkin vessel nya masih utuh ?
    Terimakasih,
    Kechik

    • Terimakasih atas responnya,
      mohon maaf baru sempat reply karena banyak hal yang harus diselesaikan.

      Berdasarkan data yang saya peroleh dari kedutaan jepang waktu seminar Energi Terbarukan awal minggu ini, gempa yang terjadi di Sendai memang mempunyai kekuatan 9, namun kekuatan gempa tersebut berkurang dan pada lokasi tapak PLTN Fukushima 1 hanya mempunyai Magnitudo 5, PLTN Fukushima didesain mampu bertahan pada kondisi magnitudo gempa lebih dari 5.

      Volume bahan bakar untuk masing masing PLTN berbeda, hal ini dipengaruhi oleh type, desain, daya yang akan dibangkitkan oleh PLTN tsb.

      Untuk mengetahui data atau kebutuhan dari Uranium untuk nuclear weapon, saya tidak punya kompetensi untuk menjelaskan disini.

      Terimakasih,
      Salam

      AK

  4. Pak Akhmad, Terimakasih untuk jawabannya
    Mengenai magnitude gempa, yang menurut Pak Akhmad hanya tersisa 5, .. saya kurang setuju …karena, contohnya … di Tokyo, yang berjarak sekitar 250 km dari Sendai, ada bagian jalan rayanya yang merekah /belah, air tanah keluar dari celah retakan , air tanah keluar dari celah retakan (ada video-nya di you tube). Adalah wajar jika dasar kolam (ponds) reaktor tersobek atau retak, apalagi ada beberapa kali gempa susulan yang terjadi kemudian (antara skala 7,2 sampai skala 4). Sebenarnya, berita tentang retak dasar kolam banyak diberitakan, termasuk di website IAEA, NHK World, dan apalagi di web DR. Arnold Gundersen (nuclear eng) atau Lucas Whitefieldhixson, TEPCO, dll.
    Saya menyimpan beberapa artikelnya serta wawancara video-nya.

    Untuk perbandingan jumlah uranium untuk reaktor nuklir dengan bom atom, tidak masalah kalau pak Akhmad tidak memiliki kompetensi, karena jawaban itu sudah saya dapatkan dari teman teman lintas negara via diskusi internet.

    Mengapa bagi saya peristiwa reaktor nuklir ini menarik ?, …karena untuk memiliki pendapat, tentunya kita wajib membuka dan menambah wawasan kita, apalagi, karena pemerintah kita berminat untuk membuat reaktor nuklir ini.
    Salam,
    Kechik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: