Posted by: Akhmad KHUSYAIRI | May 5, 2011

Continued growth in uranium production

Produksi uranium global meningkat sebesar 6% paa tahun 2010, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini diuraikan oleh World Nuclear Association (WNA). Kazakhstan mempertahankan posisinya sebagai negara penghasil uranium terbesar.

Data yang disusun oleh WNA menunjukkan bahwa produksi uranium di seluruh dunia meningkat dari 50.772 ton pada tahun 2009 menjadi 53.663 ton pada tahun 2010, yang merupakan jumlah tertinggi sejak awal tahun 1990-an. Kazakhstan adalah negara produsen terbesar, dengan produksi mencapai 17.803 ton pada tahun 2010, peningkatan 27% dari 14.020 ton yang diproduksi pada tahun 2009. Kanada dan Australia masing-masing mempertahankan tempat kedua dan ketiga, walaupun produksi uranium kedua Negara tersebut turun pada tahun 2010. Sedangkan produksi Kanada turun 4% dari 10.173 ton pada tahun 2009 menjadi 9783 ton pada tahun 2010, sementara produksi Australia turun 26% dari 7.982 ton pada tahun 2009 menjadi 5900 ton.

Dua negara-negara Afrika, Namibia dan Nigeria – adalah produsen Uranium terbesar keempat dan kelima pada tahun 2010, dengan produksi masing-masing 4.496 ton dan 4.198 ton. Cameco Kanada kembali pada posisinya sebagai perusahaan penghasil uranium terbesar di dunia dengan total produksi 8.758 ton pada tahun 2010, naik dari 8000 ton pada tahun 2009. Produksi Uranium dari perusahaan ini merupakan 16% dari produk uranium dunia pada tahun 2010.

Areva Perancis, yang merupakan produsen terkemuka pada tahun 2009 dengan produksi 8.623 ton, melaporkan telah memproduksi 8.319 ton pada tahun 2010, dan menduduki tempat kedua. Posisi diikuti oleh KazAtomProm, yang menghasilkan 8.116 ton pada tahun 2010, naik dari 7467 ton di tahun 2009. Meskipun mengendalikan produksi uranium Kazakhstan, KazAtomProm mengembangkan dana simpanan dalam kemitraan dengan perusahaan-perusahaan terkemuka termasuk yang disebutkan di atas. Kazakhstan tampak mengatur untuk memegang posisinya sebagai negara penghasil Uranium terbesar pada tahun 2011. Perusahaan Negara KazAtomProm melaporkan bahwa produksi Kazakhstan selama kuartal pertama tahun 2011 mencapai 777,4 ton, 7,3% di atas rencana produksi yang direncanakan yaitu sebesar 724,4 ton dan meningkat 24 % pada periode yang sama tahun lalu.

Tambang Cameco’s McArthur River / Key Lake di Kanada tetap menduduki posisi tambang terbesar di dunia yang mampu memproduksi uranium pada tahun 2010, sebesar 7654 ton, naik dari 7339 ton pada tahun 2009. Meskipun produksi mereka turun dari 4444 ton pada tahun 2009 menjadi 3216 ton pada tahun 2010, tambang Energy Resources of Australia (ERA) Ranger Australia di Australia mempertahankan posisi kedua.

Tambang Rio Tinto Rössing di Namibia adalah tambang ketiga terbesar dengan produksi 3.077 ton pada tahun 2010, turun dari 3.520 ton pada tahun 2009. Meskipun teknik penambangan bawah tanah konvensional dan tetap di area terbuka, metode utama untuk ekstraksi uranium, dengan 53% produk berasal dari teknik ini, penggunaan tehnologi resapan in-situ (ISL) telah menjadi populler. Pada tahun 2009, sekitar 36% uranium diekstraksi menggunakan teknologi ISL, sedangkan pada tahun 2010 angka ini melonjak menjadi 41%. Produksi uranium yang merupkan produk sampingan dari mineral lain sedikit menurun 7% dari total produksi pada tahun 2009 menjadi 5% pada tahun 2010.

Sumber : World Nuclear News

Regards,

AK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: