Posted by: Akhmad KHUSYAIRI | May 12, 2011

PLTN Bushehr Iran Mencapai Kritis

Kontraktor PLTN asal Rusia, AtomStroyExport (ASE) telah mengumumkan bahwa PLTN pertama Iran telah mencapai kritis (reaksi berantai yang berkelanjutan),.

Menurut ASE, Bushehr (nama PLTN pertama ini, red) mencapai kritis pada jam 11:12 tanggal 8 Mei 2011 dan saat ini beroperasi pada tingkat daya minimum yang terkendali. Uji komisioning akhir saat ini akan jalankan sebelum daya reactor meningkat hingga mencapai daya 100 % dan mulai beroperasi secara komersial. Menurut kantor berita Iran Fars, PLTN  ini direncanakan akan terkoneksi ke jaringan listrik nasional Iran dalam waktu dua bulan kedepan.

Pekerjaan konstruksi dimulai pada dua PWR desain Jerman yang berada Teluk Persia pada pertengahan 1970-an,  namun pada tahun 1979 ditinggalkan menyusul revolusi Islam ketika unit 1 secara substansial telah selesai. Pada tahun 1994, Rusia Minatom setuju untuk menyelesaikan  unit 1 namun desain diubah dengan menggunakan reactor VVER 1000 pada lokasi yang sudah dibangun sebelumnya. Sebagai konsekwensinya, banyak perubahan besar yang harus dilakukan, termasuk fabrikasi semua komponen utama reaktor di Rusia dengan kontrak konstruksi yang dilakukan oleh AtomStroyExport. Pada tahun 2008 Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengatakan bahwa Iran tidak lagi berencana untuk menyelesaikan reactor unit 2 Bushehr.

Penundaan selanjutnya untuk melakukan negosiasi terkait dengan pasokan bahan bakar untuk PLTN tersebut, namun dua kesepakatan telah ditandatangani pada awal 2005 yang meliputi penyediaan bahan bakar segar untuk reaktor dan akan kembali ke Rusia setelah digunakan, untuk  mengamankan pasokan bahan bakar yang dibutuhkan PLTN di masa mendatang.

Pada bulan Februari 2011, hanya beberapa minggu sebelum rencana operasi dimulai, ditemukan puing dari pompa pendingin yang rusak, hal ini mempunyai konsekwensi harus dilakukan pembongkaran semua bahan bakar segar dalam teras reactor, dilakukan pemeriksaan dan pembersihan, serta bagian dalam reactor dan pipa sirkulasi utama juga harus dibersihkan.

PLTN ini awalnya akan dioperasikan oleh perusahaan patungan 50:50 Rusia-Iran, dimana Rusia secara bertahap akan menarik sahamnya selama tiga tahun ke depan.

Berbeda dengan  program nuklir Iran lainnya yang kontroversial, seperti pengayaan uranium dan reaktor air berat, reaktor Bushehr telah seluruhnya dibangun dan akan beroperasi penuh di bawah pengawasan penggunaan bahan nuklir dari IAEA. PLTN ini akan menghasilkan daya sekitar 1000 MWe untuk pasokan energy listrik Iran, PLTN ini akan memasok sekitar 3% dari kebutuhan listrik nasional Iran.
Sumber World Nuclear News


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: